
ALKITAB
Khususnya ke empat Injil dengan jelas dan tegas mengisahkan penderitaan dan kematian Yesus. Kematian dan kebangkitan Yesus adalah pengakuan Iman” Kristen disepanjang masa :“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini, sampai selama-lamanya” ( Ibr 13:7-9)
Yesus Kristus: kehidupan-Nya, kematian-Nya dan kebangkitan-Nya secara berurutan, dan memahami Kristus sebagai seorang yang datang kepada kita sebagai Firman yang menyelamatkan.
Aktualisasi kebenaran injil yang diberitakan harus dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari ( dalam kehidupan nyata) supaya pemberitaan itu jangan menjadi dangkal, membosankan dan tidak memiliki kasih, sehingga kebenaran dari berita yang kita beritakan diselenggarakan dengan benar, maka tanda yang hidup dari Perjamuan Kudus dapat memperlihatkan tata sosial yang baru dari Allah, memberi kenyataan substansial bagi kebenaran injil.
Sabda Allah, Yesus sebagai Firman bukan sekedar suara, melainkan suatu kekuatan, dinamika, Dalam Salib Kristus. menjadi jelas bahwa keselamatan adalah rahmat Allah yang melalui ( Sola Fide ).
Allah menyelamatkan manusia bukan dengan ukuran manusia. Awal baru- dasar iman ialah Yesus tersalib Tuhan yang dibangkitkan.
Kematian dan kebangkitan Kristus adalah pusat keselamatan. Dalam hidup manusia Yesus dari Nazaret, keselamatan menjadi sejarah, dan karena Kristus wafat dalam penyerahan penuh kepada Bapa, maka Bapa dapat menjawab dengan membangkitkan Dia.
Sejak itu manusia dalam sejarahnya sendiri berjumpa dengan Allah yang hidup dan yang menghidupkan, bahwa Ia bersatu dan berjumpa dengan Yesus Kristus. Berjumpa dan bersama-sama dengan Yesus Kristus berarti menjadi sesama manusia dengan Yesus yang berjerih payah, dan dalam sikapnya orang mengambil bagian dalam keyakinan Yesus akan hidup ( “Aku datang supaya mereka punya hidup” ).
Dengan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus adalah pertemuan Allah dan manusia, dalam kematian dan kebangkitan Yesus nampak solidaritas Kristus dengan manusia, dalam kebangkitannya nampak kesatuan-Nya dengan Allah.
Keselamatan bukan barang atau Martabat, juga bukan hadiah atau pahala dalam Kristus. Keselamatan berarti Partisipasi. Keselamatan berarti: Kristus hidup untuk….wafat untuk… Kematian dan kebangkitan Kristus adalah tanda cinta kasih Allah kepada kita manusia ( Yoh 3: 16; 1 Kor 15: 57 ). Dengan kebangkitan Kristus harkat dan martabat manusia terangkat, Manusia adalah teman sekerja Allah untuk merealisasikan keselamatan itu di dunia ini, ikut merealisasikan dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.
UNTUK SIAPAKAH KRISTUS MATI?
Kita perlu memiliki kejelasan tentang untuk siapakah yang sebenarnya mendapatkan manfaat dari kematian Kristus. Ada tiga kemungkinan:
- Mungkin Allah Bapa, atau
- Mungkin Kristus sendiri, atau
- Mungkin kita
Ingatlah bahwa di sini saya sedang berbicara mengenai
tujuan sekunder dari kematian Kristus; dengan pengertian ini, kita
dapat menunjukkan bahwa kematian Kristus bukan bertujuan untuk
memberikan manfaat bagi Allah Bapa.
Kadangkala ada pendapat yang menyatakan bahwa Kristus
mati untuk memungkinkan Allah mengampuni orang-orang berdosa,
seakan-akan jika tidak menggunakan cara demikian Allah tidak mampu
mengampuni kita. Pernyataan tersebut mengesankan bahwa tujuan sekunder
kematian Kristus adalah untuk memberikan maanfaat kepada Bapa. Pandangan
semacam ini tidak benar dan bodoh berdasarkan alasan-alasan berikut:
- Hal itu berarti Kristus mati untuk membebaskan Allah Bapa dari hal-hal yang menghalangi-Nya untuk berbuat yang Ia inginkan (misal, mengampuni orang berdosa) ketimbang membebaskan kita dari dosa kita. Tetapi seluruh bagian Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa Kristus mati untuk membebaskan kita dari dosa.
- Pernyataan tersebut berarti bahwa tidak ada seorangpun yang secara aktual telah diselamatkan dari dosa. Jika Kristus hanya mendapatkan kebebasan dari Bapa mungkin menggunakan – atau tidak menggunakan kebebasan tersebut! Jadi kematian Kristus tidak secara aktual telah mendatangkan keselamatan kita. Namun Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa Kristus benar-benar datang untuk menyelamatkan yang terhilang.
Berikutnya, kita dapat menunjukkan dengan pasti bahwa kematian Kristus bukan untuk memberikan manfaat bagi diri-Nya sendiri.
- Karena Kristus adalah Allah, Ia telah memiliki semua kemuliaan dan kuasa yang dapat Ia miliki. Maka, di penghujung kehidupan-Nya di dunia, Ia tidak meminta kemuliaan lain selain kemuliaan yang telah Ia miliki sebelumnya (Yoh. 17:5). Ia tidak perlu mati untuk mendapatkan manfaat baru lainnya bagi diri-Nya sendiri.
- Kadangkala muncul pendapat bahwa dengan kematian-Nya, Kristus memperoleh hak untuk menjadi Hakim atas segala sesuatu. Tetapi jika tujuan kematian-Nya adalah demi mendapatkan kuasa untuk menghukum sebagian manusia, maka tidak mungkin Ia telah mati untuk menyelamatkan mereka! Jadi sekalipun seandainya kita menerima pendapat tersebut, kita tidak dapat menggunakannya untuk membuktikan bahwa Kristus mati untuk menyelamatkan seluruh manusia.
Karena itu, dapat kita simpulkan bahwa kematian
Kristus pastilah bertujuan untuk memberikan manfaat bagi kita. Kematian
Kristus bukanlah supaya Bapa dapat menolong kita, jika Ia menginginkan.
Bukan juga untuk mendapatkan beberapa manfaat baru bagi Kristus sendiri.
Oleh karena itu, pastilah bahwa kematian Kristus
secara aktual menghasilkan semua hal baik yang dijanjikan berdasarkan
persetujuan-Nya dengan Bapa, yaitu untuk memberikan manfaat bagi mereka
yang untuknya Ia telah mati. Jadi Ia mati hanya untuk mereka yang secara
aktual menerima manfaat tersebut.Juga untuk membuktikan apa yang
dikatakan Alkitab mengenal semua hal baik yang sekarang kita miliki.
APAKAH TUJUAN DARI KEMATIAN KRISTUS?
Kita akan mengulas tiga bagian ayat Alkitab yang berbicara mengenai apa yang dicapai melalui kematian Kristus.
Pertama, terdapat ayat-ayat Alkitab
yang menunjukkan apa yang Allah ingin kerjakan melalui kematian Kristus.
Saya telah memilih delapan ayat untuk kita amati walaupun masih banyak
ayat lain yang dapat kita lihat.
- Lukas 19:10. “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Jelaslah bahwa Allah sungguh-sungguh bermaksud menyelamatkan yang terhilang melalui kematian Kristus.
- Matius 1:21. “… engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Segala hal yang perlu dilakukan untuk secara aktual menyelamatkan orang-orang berdosa akan dilakukan oleh Yesus Kristus.
- 1 Timotius 1:15. “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa.” Ayat ini tidak mengijinkan kita untuk beranggapan bahwa Kristus datang semata-mata untuk membuat keselamatan orang-orang berdosa dimungkinkan; ayat tersebut menegaskan bahwa Ia datang untuk secara aktual menyelamatkan mereka.
- Ibrani 2:14, 15. “… supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jelan demikian Ia membebaskan mereka … yang … berada dalam perhambaan …” Apa lagi yang dapat lebih jelas dari ayat ini? Kristus datang untuk secara aktual membebaskan orang-orang berdosa.
- Efesus 5:25-27. “Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya [jemaat] untuk menguduskannya … supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang … kudus dan tidak bercela.” Saya tidak dapat mengatakan yang lebih jelas daripada yang telah dikerjakan Roh Kudus dalam ayat ayat tersebut; Kristus mati untuk menyucikan, menguduskan dan memuliakan gereja.
- Yohanes 17:19. ” … Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.” Tentu saja kita harus mendengar sang Penebus sendiri menyatakan maksud kematian-Nya? Ia mati agar sebagian manusia (bukan seluruh manusia, karena Ia tidak berdoa bagi seluruh manusia – ayat 9) benar-benar dikuduskan.
- Galatia 1:4. ” … yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita …” Sekali lagi, ayat ini menyatakan maksud kematian Kristus, yaitu untuk secara aktual membebaskan kita.
- 2Korintus 5:21. “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” Demikianlah kita menjadi tahu bahwa Kristus datang supaya orang- orang berdosa menjadi orang benar.
Dari semua ayat-ayat tersebut, jelaslah bahwa
kematian Kristus dimaksudkan untuk menyelamatkan, membebaskan,
menguduskan dan membenarkan semua yang untuknya Ia mati. Saya bertanya,
apakah dengan demikian semua manusia akan diselamatkan, dibebaskan,
dikuduskan dan dibenarkan? Ataukan Kristus telah gagal mencapai
maksud-Nya? Karena itu, baiklah kita bertanya kepada diri kita sendiri,
apakah Kristus mati untuk semua manusia, atau hanya untuk mereka yang
secara aktual diselamatkan dan dibenarkan!
Kedua, terdapat ayat-ayat Alkitab yang
berbicara bukan hanya mengenai apa maksud kematian Kristus, tetapi juga
mengenai apa yang secara aktual telah dicapai oleh kematian tersebut.
Saya telah memilih enam perikop:
- Ibrani 9:12, 14. “dengan membawa darah-Nya sendiri … Ia telah mendapat kelepasan yang kekal … dan … menyucikan hati nurani kita dari perbuatan yang sia-sia.” Di sini disebutkan dua akibat langsung dari kematian Kristus – kelepasan yang kekal dan hati nurani yang disucikan. Barangsiapa memiliki hal-hal yang tersebut adalah salah seorang dari mereka yang untuknya Kristus mati.
- Ibrani 1:3. “Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Maha-besar, di tempat yang tinggi.” Jadi ada penyucian rohani bagi mereka yang untuknya Kristus mati.
- 1Petrus 2:24. “Ia sendiri telah memikul dosa kita.” Di sini kita mendapatkan pernyataan mengenai apa yang dilakukan Kristus – Ia memikul dosa kita di atas kayu salib.
- Kolose 1:21,22. “Juga kamu … sekarang diperdamaikan-Nya …” Suatu keadaan damai secara aktual telah tercapai antara mereka yang untuknya Ia telah mati dengan Allah Bapa.
- Wahyu 5:9-10. “Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam …” Jelas ayat-ayat ini berbicara mengenai apa yang terjadi kepada mereka yang untuknya Kristus mati, bukan mengenai semua manusia.
- Yohanes 10:28. “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka …” Kristus sendiri menjelaskan bahwa hidup diberikan kepada domba- domba-Nya (ayat 27). Kehidupan rohani yang dinikmati orang-orang percaya didapati mereka melalui kematian Kristus.
Dari keenam ayat-ayat ini (dan masih banyak lagi yang
digunakan), kita dapat mengatakan bahwa jika kematian Kristus secara
aktual membawa pembebasan, pembersihan, penyucian, penghapusan dosa,
perdamaian, hidup kekal dan kewarganegaraan surgawi, maka Ia pasti telah
mati hanya untuk mereka yang benar-benar mendapatkan hal-hal tersebut.
Jelas, bahwa tidak semua orang memperoleh semua anugerah tersebut! Oleh
karena itu tidak mungkin kematian Kristus bertujuan untuk keselamatan
seluruh manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar