Kamis, 31 Maret 2016

cara memperingati Jumat Agung di dunia






1.Berita Dari VOA(Voice Of America)


Umat Kristen membawa salib ke Gereja Makam Suci yang dipercaya sebagai tempat di mana Yesus disalib, dalam perayaan Jumat Agung di kota tua Yerusalem, Jumat (29/3)
Ribuan peziarah memadati gang-gang sempit Kota Tuadi Yerusalem untuk mengikuti tradisi Prosesi Jumat Agung.

Beberapa orang memikul kayu salib besar di pundak mereka saat mereka berjalan menyusuri jalan sempit berbatu yang dikenal sebagai Via Dolorosa, atau Jalan Kesengsaraan.
Umat beriman menelusuri kembali jejak Yesus dengan devosi tradisional yang dikenal sebagai stasi-stasi Salib – membaca kitab suci, berdoa dan menyentuh batu-batu suci.

“Saya merasa kecil di hadapan Tuhan,” kata John Thekkekara yang berasal dari Kerala, India. “Hari ini diyakini sebagai hari ketika Yesus disalibkan. Dan itu adalah pengalaman terbesar dalam hidup saya untuk berada di sini pada hari ini di Yerusalem,” lanjutnya.
Para peziarah datang dari seluruh dunia, dari Timur Jauh sampai Barat.

Tentara Israel yang bersenjata dengan senapan serbu menjaga jalan yang dilalui prosesi itu yang berakhir di Gereja kuno Makam Kudus, tempat penyaliban Yesus. Di tempat itu pula pada hari Minggu Paskah umat Kristen akan merayakan kebangkitanNya.

Sementara itu, di Filipina, puluhan umat Katolik memperingati Jumat Agung dengan melakukan tradisi penyaliban kembali Yesus dengan cara diri mereka dipaku di kayu salib.
Puluhan pria, terselubung syal dan kepala bermahkota duri, berjalan dengan susah payah melalui jalan-jalan desa San Pedro Cutud di provinsi Pampanga, sekitar 70 kilometer sebelah utara Manila.
Sebagian relawan kemudian dipaku ke salib untuk menjalani kembali penyaliban Yesus.

Telapak tangan dan kaki orang-orang yang merasa berdosa itu dipaku ke kayu salib dengan paku sepanjang 10 sentimeter yang direndam dalam alkohol untuk mencegah infeksi.

Para pemimpin gereja telah berusaha mencegahnya, tetapi praktek demikian telah menjadi acara tahunan yang populer, yang menarik ribuan wisatawan.

Penyelenggara mengatakan bahwa dengan dipaku di kayu salib memungkinkan mereka bertobat dari segala dosa, berdoa bagi kerabat yang sakit atau memenuhi nazar.

Filipina merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik Roma di Asia Tenggara.
Umat Kristen percaya bahwa Yesus disalibkan pada hari Jumat Agung dan bangkit pada hari Minggu Paskah

Dan perayaan PASKAH  di INDONESIA sangatalah beragam dan berbeda karena Indonesia terdiri dan banyak suku dan juga setiap tradisi yang berbeda apalgi aadanya Kristen Protestan dan Kristen Katolik tentulah itu akan berbeda juga Tapi intinya semua Umat Manusia akan menyabut dan meningat kembali pengobanan Tuhan Yesus dalam menebus DOSA umatNya.

Perayaan Jumat agung sangat identik dengan yang namanya Perjamuan Kudus. Dimana anggur yang dilambangkan sebagai darah Kristus dan roti sebagai TubuhNya

KOMPAS.com
1. Finlandia
Di beberapa kota bagian barat Finlandia, masyarakat setempat melakukan tradisi membakar api unggun pada Minggu Paskah. Dalam tradisi Nordik, api dipercaya sebagai penangkal penyihir yang terbang saat Jumat Agung dan Minggu Paskah.

2. Polandia
Masyarakat Polandia merayakan Paskah dengan melakukan tradisi unik yang disebut Smingus-Dyngus. Pada Senin setelah Paskah, anak laki-laki akan melakukan tradisi ini dengan cara membasahi dan menyiram teman-teman mereka dengan berbagai cara, menggunakan pistol air mainan atau ember. Tradisi yang melegenda ini mengungkapkan bahwa ketika ada gadis yang berhasil tersiram, maka mereka dipercaya akan menikah di tahun ini. Siraman air tersebut melambangkan prosesi pembaptisan Pangeran Mieszko dari Polandia pada Senin Paskah tahun 966 SM.

3. Perancis
Jika kebetulan berada di Perancis saat Paskah jangan lupa untuk membawa garpu. Karena pada setiap tahunnya, omelet raksasa akan disiapkan di alun-alun utama kota Haux, Paris. Omelet ini terbuat dar sekitar 4.500 butir telur ayam dan bisa disantap oleh sekitar 1.000 orang.
Tradisi ini bermula ketika Napoleon dan tentaranya sedang bepergian melalui bagian selatan Perancis. Mereka kemudian berhenti di sebuah kota kecil dan menyantap omelet. Saking ia menyukai omelet, sejak itu Napoleon pun memerintahkan warga kota untuk mengumpulkan telur dan membuat omelet raksasa bagi pasukannya di hari berikutnya.

4. Corfu, Yunani

Pada Sabtu suci, masyarakat akan melemparkan pot tanah liat serta gerabah lainnya keluar jendela mereka dan menghancurkannya di jalanan. Hal ini merupakan tradisi unik yang dilakukan masyarakat pulau Corfu, Yunani yang disebut Pot Throwing. Banyak orang yang mengatakan bahwa kebiasaan ini berasal dari Venesia, di mana masyarakatnya memiliki kebiasaan membuang semua benda lama mereka. Melalui tradisi Pot Throwing ini, masyarakat Yunani meyakini lemparan pot gerabah merupakan simbol penyambutan musim semi, dan melambangkan tanaman baru yang akan tumbuh dalam pot baru.

5. Norwegia
Paskah adalah waktu yang populer bagi masyarakat Norwegia untuk membaca novel kejahatan yang hanya keluar dalam rangkaian thriller Paskah yang disebut Passkekrimmen. Tradisi ini sudah dimulai sejak tahun 1923, ketika sebuah penerbit buku mempromosikan novel kriminal baru di halaman depan sebuah surat
kabar.

6. Italia dan Vatikan
Pada Jumat Agung, Paus memperingati Crucis Via (Jalan Salib) di Colosseum. Sebuah salib besar dengan obor yang menyala akan menerangi langit. Doa Jalan Salib ini diucapkan dalam beberapa bahasa. Misa Paskah dirayakan saat Sabtu Suci dan Minggu Paskah. Pada waktu inilah ribuan pengunjung akan berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk menunggu berkat yang diberikan Paus dari balkon Gereja, yang dikenal sebagai “Urbi Orbi Et” atau untuk kota dan dunia.

7. Ceko dan Slovakia

Jika ingin bepergian ke negara-negara Eropa timur saat Paskah, sebaiknya Anda sudah menyiapkan diri dengan kebiasaan berbeda di negara setempat. Termasuk di Ceko dan Slovakia dengan tradisi Senin Paskah. Di negara Eropa timur, terdapat tradisi di mana pria memukul perempuan dengan menggunakan cambuk buatan yang terbuat dari willow dan dihiasi dengan pita. Menurut legenda, pohon willow adalah pohon pertama yang mekar di musim semi, sehingga cabang ini diharapkan bisa mentransfer vitalitas dan kesuburan bagi perempuan. Cambukan ini tidak dimaksudkan untuk menimbulkan rasa sakit.

8. Verges, Spanyol
Pada hari Kamis Putih di kota Verges, Spanyol, masyarakat sudah mulai melakukan berbagai perayaan Paskah dengan melakukan tarian tradisional Dansa De La Mort, atau tarian kematian. Untuk mengenang kembali kisah sengsara Yesus, maka semua orang menggunakan kostum kerangka dan berparade di jalan raya. Prosesi ini berakhir dengan kehadiran orang menggunakan kostum kerangka yang menyeramkan sambil membawa kotak abu. Tarian ini dimulai pada tengah malam dan berlanjut selama tiga jam sampai pagi hari.

9. Washington DC, Amerika

Selama lebih dari 130 tahun, The White House menyelenggarakan Roll Easter Egg di South Lawn.Kegiatan utamanya adanya menggulirkan sebuah telur rebus berwarna dengan menggunakan sebuah sendok saji yang besar.

10. Hungaria
Sprinkling merupakan salah satu tradisi ala Hungaria yang paling populer saat Paskah. Tradisi ini dilakukan pada Senin Paskah, dan tradisi ini dikenal sebagai Ducking Monday. Para pria akan menyiram air wangi kepada anak perempuan. Penyiraman dan air ini dipercaya memiliki efek pembersihan, penyembuhan, kesuburan, dan rangsangan. Tradisi ini semakin bergeser, dengan mengganti penyiraman air dengan hanya menyemprotkan parfum, cologne atau air biasa.

11. Perancis

Tradisi perayaan Paskah di negara Perancis adalah dengan menyiapkan omelet raksasa yang diletakkan di alun-alun utama kota Haux, Paris. Omelet itu terbuat dari sekitar 4.500 butir telur ayam dan bisa dimakan oleh sekitar 1.000 orang. Tradisi tersebut berawal ketika Napoleon dan tentaranya sedang berpergian melalui bagian selatan Perancis. Saat itu, mereka berhenti di sebuah kota dan menyantap omelet. Dikarenakan dirinya sangat menyukai omelet, Napoleon pun memerintahkan warga untuk mengumpulkan telur dan membuat omelet raksasa pada hari berikutnya.

12. Finlandia

Di beberapa kota bagian barat negara Finlandia, warga setempat melakukan tradisi membakar api unggun pada Minggu Paskah. Dalam tradisi yang dilakukannya itu mempercayai bahwa api sebagai penangkal penyihir yang terbang saat Jumat Agung dan Minggu Paskah.

13. Corfu, Yunani

Warga setempat akan melemparkan pot tanah liat serta gerabah lainnya keluar jendela dan menghancurkannya di jalan pada Sabtu Suci. Tradisi yang dilakukan oleh warga pulau Corfu, Yunani itu dinamakan Pot Throwing. Tradisi yang dilakukan tersebut meyakini lemparan pot gerabah merupakan simbol penyambutan musim semi dan melambangkan tanaman baru yang akan tumbuh dalam pot baru.

14. Italia dan Vatikan

Omelet raksasa akan disiapkan di alun-alun utama kota Haux, Paris
Omelet raksasa akan disiapkan di alun-alun utama kota Haux, Paris
Pada Jumat Agung, Paus memperingati Crucis Via (Jalan Salib) di Colosseum. Sebuah salib besar dengan obor yang menyala akan menerangi langit pada malam itu. Doa Jalan Salib itu akan diucapkan dalam beberapa bahasa. Misa Paskah akan dirayakan saat Sabtu Suci dan Minggu Paskah. Saat itulah ribuan pengunjung berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk menunggu berkat yang diberikan oleh Paus dari balkon gereja.

15. Verges, Spanyol

Pada hari Kamis Putih, warga sudah mulai melakukan berbagai perayaan Paskah dengan melakukan tarian tradisional Dansa De La Mort atau tarian kematian. Tradisi yang dimulai pada tengah malam dan berlangsung selama tiga jam tersebut dilakukan untuk mengenang kembali kisah sengsara Yesus. Saat itu juga semua orang akan menggunakan kostum kerangka dan melakukan parade di jalan raya. Prosesi itu akan berakhir dengan kehadiran orang menggunakan kostum kerangka yang menyeramkan sambil membawa kotak abu.

16. Polandia

Untuk merayakan Paskah, masyarakat Polandia akan melakukan tradisi unik yang disebut Smingus-Dyngus. Pada hari Senin setelah Paskah, anak laki-laki akan melakuakan tradisi dengan cara membasahi dan menyiram teman-temannya dengan menggunakan pistol air mainan, ember, dan lain sebagainya.

17. Norwegia

Paskah merupakan waktu yang paling populer bagi masyarakat untuk membaca novel kejahatan yang hanya keluar dari rangkaian thriller Paskah yang disebut Passkekrimmen. Tradisi tersebut sudah dilakukan sejak tahun 1923, ketika sebuah penerbit buku mempromosikan novel kriminal bari di halaman depan sebuah surat kabar.

18. Jerman

Keranjang Paskah merupakan tradisi utama di Jerman di mana setiap anak menerima keranjang yang berisi tidak hanya telur dan cokelat, tetapi juga mainan dan hadiah lainnya. Keranjang akan disembunyikan oleh para orangtua di kebun belakang rumah dan anak-anak harus mencarinya selepas dari gereja pada Minggu Paskah.

19. Mesir

Pada Minggu Paskah, gereja-gereja di Mesir dihiasi dengan bunga dan pohon palem. Selepas berdoa di gereja, anak-anak akan diberi daun palem yang diberkati dengan air suci. Minggu Paskah akan dihabiskan mengunjungi teman dan kerabat, serta ada makan malam khusus pada sore harinya.

20. Amerika Serikat

Saat Paskah, warga Amerika Serikat akan berdandan dengan baju terbaiknya kemudian ppergi ke gereja. Paskah di Amerika didominasi oleh permen dan cokelat. Bahkan, di Washington DC, sejak 1878 ada tradisi bahwa gedung putih akan membuka halamannya yang telah dipenuhi telur-telur Paskah berisi cokelat dan boleh diambil oleh
 
 Seluruh umat Tuhan (umat KRISTIANI) diseluruh dunia telah memasuki minggu “ Passion ”,: Peringatan akan sengsara dan kematian Tuhan Yesus ( Jumat Agung). Peristiwa kematian Yesus adalah suatu peristiwa yang benar-benar terjadi di Bukit Golgota ribuan tahun yang silam. Berita tentang kematian Yesus benar-benar terjadi, suatu fakta sejarah dunia yang tidak perlu diragukan lagi. Berita tentang Kematian Yesus bukan sebuah kiasan (metapora) saja, yang tidak sungguh-sungguh terjadi. Itu benar-benar terjadi bukanlah hasil rekayasa manusia.

ALKITAB
Khususnya ke empat Injil dengan jelas dan tegas mengisahkan penderitaan dan kematian Yesus. Kematian dan kebangkitan Yesus adalah pengakuan Iman” Kristen disepanjang masa :“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini, sampai selama-lamanya” ( Ibr 13:7-9)
Yesus Kristus: kehidupan-Nya, kematian-Nya dan kebangkitan-Nya secara berurutan, dan memahami Kristus sebagai seorang yang datang kepada kita sebagai Firman yang menyelamatkan.
Aktualisasi kebenaran injil yang diberitakan harus dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari ( dalam kehidupan nyata) supaya pemberitaan itu jangan menjadi dangkal, membosankan dan tidak memiliki kasih, sehingga kebenaran dari berita yang kita beritakan diselenggarakan dengan benar, maka tanda yang hidup dari Perjamuan Kudus dapat memperlihatkan tata sosial yang baru dari Allah, memberi kenyataan substansial bagi kebenaran injil.
Sabda Allah, Yesus sebagai Firman bukan sekedar suara, melainkan suatu kekuatan, dinamika, Dalam Salib Kristus. menjadi jelas bahwa keselamatan adalah rahmat Allah yang melalui ( Sola Fide ).
Allah menyelamatkan manusia bukan dengan ukuran manusia. Awal baru- dasar iman ialah Yesus tersalib Tuhan yang dibangkitkan.
Kematian dan kebangkitan Kristus adalah pusat keselamatan. Dalam hidup manusia Yesus dari Nazaret, keselamatan menjadi sejarah, dan karena Kristus wafat dalam penyerahan penuh kepada Bapa, maka Bapa dapat menjawab dengan membangkitkan Dia.
Sejak itu manusia dalam sejarahnya sendiri berjumpa dengan Allah yang hidup dan yang menghidupkan, bahwa Ia bersatu dan berjumpa dengan Yesus Kristus. Berjumpa dan bersama-sama dengan Yesus Kristus berarti menjadi sesama manusia dengan Yesus yang berjerih payah, dan dalam sikapnya orang mengambil bagian dalam keyakinan Yesus akan hidup ( “Aku datang supaya mereka punya hidup” ).
Dengan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus adalah pertemuan Allah dan manusia, dalam kematian dan kebangkitan Yesus nampak solidaritas Kristus dengan manusia, dalam kebangkitannya nampak kesatuan-Nya dengan Allah.
Keselamatan bukan barang atau Martabat, juga bukan hadiah atau pahala dalam Kristus. Keselamatan berarti Partisipasi. Keselamatan berarti: Kristus hidup untuk….wafat untuk… Kematian dan kebangkitan Kristus adalah tanda cinta kasih Allah kepada kita manusia ( Yoh 3: 16; 1 Kor 15: 57 ). Dengan kebangkitan Kristus harkat dan martabat manusia terangkat, Manusia adalah teman sekerja Allah untuk merealisasikan keselamatan itu di dunia ini, ikut merealisasikan dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.
UNTUK SIAPAKAH KRISTUS MATI?
Kita perlu memiliki kejelasan tentang untuk siapakah yang sebenarnya mendapatkan manfaat dari kematian Kristus. Ada tiga kemungkinan:
  1. Mungkin Allah Bapa, atau
  2. Mungkin Kristus sendiri, atau
  3. Mungkin kita
Ingatlah bahwa di sini saya sedang berbicara mengenai tujuan sekunder dari kematian Kristus; dengan pengertian ini, kita dapat menunjukkan bahwa kematian Kristus bukan bertujuan untuk memberikan manfaat bagi Allah Bapa.
Kadangkala ada pendapat yang menyatakan bahwa Kristus mati untuk memungkinkan Allah mengampuni orang-orang berdosa, seakan-akan jika tidak menggunakan cara demikian Allah tidak mampu mengampuni kita. Pernyataan tersebut mengesankan bahwa tujuan sekunder kematian Kristus adalah untuk memberikan maanfaat kepada Bapa. Pandangan semacam ini tidak benar dan bodoh berdasarkan alasan-alasan berikut:
  1. Hal itu berarti Kristus mati untuk membebaskan Allah Bapa dari hal-hal yang menghalangi-Nya untuk berbuat yang Ia inginkan (misal, mengampuni orang berdosa) ketimbang membebaskan kita dari dosa kita. Tetapi seluruh bagian Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa Kristus mati untuk membebaskan kita dari dosa.
  2. Pernyataan tersebut berarti bahwa tidak ada seorangpun yang secara aktual telah diselamatkan dari dosa. Jika Kristus hanya mendapatkan kebebasan dari Bapa mungkin menggunakan – atau tidak menggunakan kebebasan tersebut! Jadi kematian Kristus tidak secara aktual telah mendatangkan keselamatan kita. Namun Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa Kristus benar-benar datang untuk menyelamatkan yang terhilang.
Berikutnya, kita dapat menunjukkan dengan pasti bahwa kematian Kristus bukan untuk memberikan manfaat bagi diri-Nya sendiri.
  1. Karena Kristus adalah Allah, Ia telah memiliki semua kemuliaan dan kuasa yang dapat Ia miliki. Maka, di penghujung kehidupan-Nya di dunia, Ia tidak meminta kemuliaan lain selain kemuliaan yang telah Ia miliki sebelumnya (Yoh. 17:5). Ia tidak perlu mati untuk mendapatkan manfaat baru lainnya bagi diri-Nya sendiri.
  2. Kadangkala muncul pendapat bahwa dengan kematian-Nya, Kristus memperoleh hak untuk menjadi Hakim atas segala sesuatu. Tetapi jika tujuan kematian-Nya adalah demi mendapatkan kuasa untuk menghukum sebagian manusia, maka tidak mungkin Ia telah mati untuk menyelamatkan mereka! Jadi sekalipun seandainya kita menerima pendapat tersebut, kita tidak dapat menggunakannya untuk membuktikan bahwa Kristus mati untuk menyelamatkan seluruh manusia.
Karena itu, dapat kita simpulkan bahwa kematian Kristus pastilah bertujuan untuk memberikan manfaat bagi kita. Kematian Kristus bukanlah supaya Bapa dapat menolong kita, jika Ia menginginkan. Bukan juga untuk mendapatkan beberapa manfaat baru bagi Kristus sendiri.
Oleh karena itu, pastilah bahwa kematian Kristus secara aktual menghasilkan semua hal baik yang dijanjikan berdasarkan persetujuan-Nya dengan Bapa, yaitu untuk memberikan manfaat bagi mereka yang untuknya Ia telah mati. Jadi Ia mati hanya untuk mereka yang secara aktual menerima manfaat tersebut.Juga untuk membuktikan apa yang dikatakan Alkitab mengenal semua hal baik yang sekarang kita miliki.
APAKAH TUJUAN DARI KEMATIAN KRISTUS?
Kita akan mengulas tiga bagian ayat Alkitab yang berbicara mengenai apa yang dicapai melalui kematian Kristus.
Pertama, terdapat ayat-ayat Alkitab yang menunjukkan apa yang Allah ingin kerjakan melalui kematian Kristus. Saya telah memilih delapan ayat untuk kita amati walaupun masih banyak ayat lain yang dapat kita lihat.
  1. Lukas 19:10. “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Jelaslah bahwa Allah sungguh-sungguh bermaksud menyelamatkan yang terhilang melalui kematian Kristus.
  2. Matius 1:21. “… engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Segala hal yang perlu dilakukan untuk secara aktual menyelamatkan orang-orang berdosa akan dilakukan oleh Yesus Kristus.
  3. 1 Timotius 1:15. “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa.” Ayat ini tidak mengijinkan kita untuk beranggapan bahwa Kristus datang semata-mata untuk membuat keselamatan orang-orang berdosa dimungkinkan; ayat tersebut menegaskan bahwa Ia datang untuk secara aktual menyelamatkan mereka.
  4. Ibrani 2:14, 15. “… supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jelan demikian Ia membebaskan mereka … yang … berada dalam perhambaan …” Apa lagi yang dapat lebih jelas dari ayat ini? Kristus datang untuk secara aktual membebaskan orang-orang berdosa.
  5. Efesus 5:25-27. “Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya [jemaat] untuk menguduskannya … supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang … kudus dan tidak bercela.” Saya tidak dapat mengatakan yang lebih jelas daripada yang telah dikerjakan Roh Kudus dalam ayat ayat tersebut; Kristus mati untuk menyucikan, menguduskan dan memuliakan gereja.
  6. Yohanes 17:19. ” … Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.” Tentu saja kita harus mendengar sang Penebus sendiri menyatakan maksud kematian-Nya? Ia mati agar sebagian manusia (bukan seluruh manusia, karena Ia tidak berdoa bagi seluruh manusia – ayat 9) benar-benar dikuduskan.
  7. Galatia 1:4. ” … yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita …” Sekali lagi, ayat ini menyatakan maksud kematian Kristus, yaitu untuk secara aktual membebaskan kita.
  8. 2Korintus 5:21. “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” Demikianlah kita menjadi tahu bahwa Kristus datang supaya orang- orang berdosa menjadi orang benar.
Dari semua ayat-ayat tersebut, jelaslah bahwa kematian Kristus dimaksudkan untuk menyelamatkan, membebaskan, menguduskan dan membenarkan semua yang untuknya Ia mati. Saya bertanya, apakah dengan demikian semua manusia akan diselamatkan, dibebaskan, dikuduskan dan dibenarkan? Ataukan Kristus telah gagal mencapai maksud-Nya? Karena itu, baiklah kita bertanya kepada diri kita sendiri, apakah Kristus mati untuk semua manusia, atau hanya untuk mereka yang secara aktual diselamatkan dan dibenarkan!
Kedua, terdapat ayat-ayat Alkitab yang berbicara bukan hanya mengenai apa maksud kematian Kristus, tetapi juga mengenai apa yang secara aktual telah dicapai oleh kematian tersebut. Saya telah memilih enam perikop:
  1. Ibrani 9:12, 14. “dengan membawa darah-Nya sendiri … Ia telah mendapat kelepasan yang kekal … dan … menyucikan hati nurani kita dari perbuatan yang sia-sia.” Di sini disebutkan dua akibat langsung dari kematian Kristus – kelepasan yang kekal dan hati nurani yang disucikan. Barangsiapa memiliki hal-hal yang tersebut adalah salah seorang dari mereka yang untuknya Kristus mati.
  2. Ibrani 1:3. “Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Maha-besar, di tempat yang tinggi.” Jadi ada penyucian rohani bagi mereka yang untuknya Kristus mati.
  3. 1Petrus 2:24. “Ia sendiri telah memikul dosa kita.” Di sini kita mendapatkan pernyataan mengenai apa yang dilakukan Kristus – Ia memikul dosa kita di atas kayu salib.
  4. Kolose 1:21,22. “Juga kamu … sekarang diperdamaikan-Nya …” Suatu keadaan damai secara aktual telah tercapai antara mereka yang untuknya Ia telah mati dengan Allah Bapa.
  5. Wahyu 5:9-10. “Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam …” Jelas ayat-ayat ini berbicara mengenai apa yang terjadi kepada mereka yang untuknya Kristus mati, bukan mengenai semua manusia.
  6. Yohanes 10:28. “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka …” Kristus sendiri menjelaskan bahwa hidup diberikan kepada domba- domba-Nya (ayat 27). Kehidupan rohani yang dinikmati orang-orang percaya didapati mereka melalui kematian Kristus.
Dari keenam ayat-ayat ini (dan masih banyak lagi yang digunakan), kita dapat mengatakan bahwa jika kematian Kristus secara aktual membawa pembebasan, pembersihan, penyucian, penghapusan dosa, perdamaian, hidup kekal dan kewarganegaraan surgawi, maka Ia pasti telah mati hanya untuk mereka yang benar-benar mendapatkan hal-hal tersebut. Jelas, bahwa tidak semua orang memperoleh semua anugerah tersebut! Oleh karena itu tidak mungkin kematian Kristus bertujuan untuk keselamatan seluruh manusia.